Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Saturday, July 11, 2009

Menunggu Harry Potter 6 - The Movie!

Inilah film yang sekarang paling aku tunggu-tunggu: Harry Potter 6 - The Half Blood Prince! Aku memang fansnya Harry Potter. Awal perkenalanku dengan Harry Potter adalah saat bukunya yang pertama sampai ketiga telah terbit di Gramedia. Beberapa saat sebelumnya, aku iseng-iseng membuka situs Amazon.com untuk mencari tahu buku apa yang sedang masuk best-seller di Amrik. Ternyata dari top 40-nya, kutemukan ada dua judul yang aneh. Yakni Harry Potter and the Sorcerer Stone, dan Harry Potter and the Chamber of Secret. Gambar covernya lebih aneh lagi, anak kecil duduk di sapu yang lagi terbang. Pikirku waktu itu, apa nih..masak buku anak-anak dengan tema khayalan begini bisa masuk top 40-nya Amazon? Apa istimewanya?



Nah, ternyata beberapa hari setelah itu, ketika aku masuk Gramedia, aku menemukan satu rak khusus berisikan buku-buku itu. Iseng aku buka dan baca isi awalnya, kayaknya lumayan menarik. Apalagi dengan adanya fakta bahwa buku itu masuk best seller, maka aku beli aja HarPot yang pertama. Dan memang, aku akui bahwa begitu aku mulai membaca halaman pertama, aku tak bisa berhenti membaca sampai buku itu berakhir. Meski sebenarnya aku tak suka dengan buku anak-anak, namun kuakui bahwa yang satu ini istimewa. Entah mengapa, buku ini begitu enak dibaca. Sama sekali tidak berkesan seperti cerita anak-anak. Aku paling suka dengan penggambaran JK Rowling tentang sekolah sihir Hogwarts. Begitu nyata, sehingga aku seolah bisa membayangkan diriku sendiri berada di Hogwarts, ikut makan malam di aula yang beratap awan dan berhias lilin-lilin yang melayang, duduk di meja panjang yang penuh makanan, dsb. Pokoknya, aku benar-benar tersihir deh!



Setelah itu, akupun resmi jadi fans setia HarPot. Semua bukunya aku punya, malahan sejak buku kelima aku mulai mencoba membaca versi bahasa Inggrisnya. Yang lebih mengesankan, adalah karena selain alur cerita, penggambaran, dan dialog yang hebat, terselip juga nilai-nilai yang baik dari cerita HarPot, yakni cerita tentang 'kasih'. Tentang hal ini pernah aku posting di artikel: Pesan Terbesar JK Rowling Dalam Harry Potter: Kasih.



Dan setelah versi film HarPot terbit, aku juga tak pernah melewatkan nonton, baik di bioskop maupun CD. Meski aku tetap menganggap tak ada yang mengalahkan versi bukunya. Dari buku, kita bisa bebas berimajinasi dan sekaligus mengambil nilai-nilai tentang kasih dan persahabatan, sedang dari film kita mendapat ramuan special effect yang menghibur. Meski begitu film yang ke 6 ini tetap aku tunggu-tunggu kehadirannya. Tgl 15 Juli nanti akan mulai diputar, tapi entah kapan ya diputar di Indonesia, khususnya Surabaya? Lihat dari trailernya, film ini kayaknya lebih seru, dan dengan adegan-adegan layaknya film action top Hollywood. Keren pasti!



Ngomongin tentang film HarPot, ga seru kalo ga ngomongin para pemerannya. Daniel Radcliff, Emma Watson dan Rupert Grint. Mereka pemeran sejak film HarPot 1, dan sekarang tongkrongan mereka sudah semakin dewasa aja. Ya jelas dong, sudah 19 tahun! Ini beberapa foto yang aku dapet dari sini.





Menurutku, Daniel Radcliff, pemeran Harry Potter kok jadi semakin 'feminin' ya penampilannya? Lihat aja model jasnya, pake kancing Cina? pinggirannya pake bisban? Warna kemejanya warna salem lagi! (jadi inget Ross di Friends yang suka baju-baju warna feminin gitu...)



Sebaliknya kalo Rupert Grint yang memerankan Ron Weasley, malah sekarang makin macho dan mulai keliatan ganteng! Gayanya masih santai dan cuek, tapi masih kayak 'cowok'lah..





Yang paling menakjubkan adalah si cantik nan cerdas Hermione Granger, eh..maksudnya si Emma Watson, pemerannya. Emma makin dewasa makin cantik dan anggun aja! Dengan gayanya yang anggun dan make-up yang soft natural, liat aja ini...





Nah..kita tunggu aja deh tanggal mainnya ya! Sementara itu aku mau memajang 4 award dari para sahabat (kayaknya akhir-akhir ini kok postingku selalu berbuntut award yah?? Moga-moga ga pada bosen). Biarin deh, yang penting ga ngecewain yang sudah berbaik hati mengirimkan award, seperti Yunna, Inuel dan mbak Reni.



Award dari Yunna ini aneh juga ya, kenapa dikasih judul 'cari jodoh'? Hehehe...yang jelas aku bukan lagi cari jodoh lho!!





Dan yang dari Inuel adalah hasil karyanya sendiri, yang diambil dari fotonya bersama dengan seorang teman yang mengenakan baju kembar. Kreatif juga ya!





Terakhir yang dari mbak Reni, dua-duanya berasal dari kreasi sendiri Ateh75.







Buat Yunna, Inuel, dan mbak Reni, thanks ya buat award kalian! Dan buat mbak Elly, Itik Bali, Tukang Komen, mas Trie, Attayaya, dipersilakan mengambil semua award yang kalian belum punya, tuk dibawa pulang sebagai hadiah dariku.



Sunday, July 5, 2009

Virus Dan Buku

Hari Minggu ini adalah hari yang sial buatku. Gara-garanya speaker di kamarku rusak, sedang aku ingin mendengarkan beberapa lagu Michael Jackson yang tersimpan di flashdiskku (biasa..saat seorang musisi baru meninggal dunia, seluruh dunia langsung memutar lagi lagu-lagu jadulnya). Solusinya aku menancapkan flashdisk itu ke kompi papaku, yang ada speakernya juga. One Day In Your Life mengalun lembut, dan Billy Jean menghentak dinamis. Puas, aku bawa lagi flashdisk itu untuk ditancapkan balik ke laptopku. Rencananya sih menyelesaikan ulasan sebuah buku yang tadi sedang kutulis, supaya bisa diposting besok (Senin).

Namun, rencana tinggal rencana, malahan musibah yang kudapat! Begitu flashdisk menancap, keluarlah warning dari AVG anti virusku bahwa seluruh file .exe yang ada di flashdiskku terkena virus Trojan, dan ga bisa ditemukan lagi. Haaa?? Itu berarti semua file dataku hilang? Oh no...don't do this to me!! Aku sudah nyiapin 2 tulisan buat posting dan 1 tulisan setengah jalan. Belum lagi sebagian kecil file kerjaku ada di situ pula. Sebelny
a bukan main! Aku sudah langsung berkeluh kesah ama Sinta lewat YMnya. Terbayang di benakku, aku harus mulai menulis ulang beberapa posting itu mulai besok.

Lalu aku baca nasihat Sinta di YM: "positif thinking mbak...jangan sedih, ini ujian buat ngendaliin emosi". Lalu kupikir, ya udahlah buat apa dipikirin terus. Mending aku curahkan isi hati ini lewat tulisan aja. Siapa tahu setelah kuposting, ada sahabat-sahabat blogger yang bisa membantuku menemukan kembali file-file yang hilang itu. Ya, kata adik angkatku yang sempat mengecek laptopku, file-file itu sebetulnya ga hilang, cuma disembunyiin aja oleh virusnya (hidden file). Kami sudah coba menemukan lagi pake Ansav, tapi programnya malah ga bisa running.

So, aku cepet-cepet buka MS Word, dan klik 'open file'. Eh...betapa terkejutnya aku, ternyata file-file postingku semua ada di situ!! Aneh ya? Kalo dibuka pake Windows Explorer, foldernya ilang. Tapi begitu
dibuka pake MS Word malah nongol. Jadi...langsung aja semua folder aku copy dan selamatkan ke hard diskku. Horeee..ga jadi ilang! Tapi aku tetap minta bantuan pada teman-teman, gimana cara menemukan/membuka kembali hidden file setelah terkena virus Trojan? Coz masih banyak folder yang belum ketemu. Please help yaa!!

Nah, sekarang setelah lega karena file ga jadi ilang, aku mau ngerjain PR yang diberikan Sinta bersama dengan award unik hasil karyanya sendiri. Inilah 'book award' dari Sinta:


Buku buat aku adalah investasi jangka panjang yang paling menguntungkan dalam hidup. Ibaratnya membeli saham suatu perusahaan yang berkembang pesat. Waktu beli harga sahamnya masih Rp 100, tapi setelah 5-10 tahun mungkin nilainya sudah menjadi 10-20 kali lipat. Begitu juga buku yang harganya, katakanlah Rp 40.000, namun nilai yang kita dapat dari buku itu bisa kita terapkan dalam hidup kita. Dan tentunya nilainya tak dapat di-rupiahkan.

Dengan aktif membaca buku, berarti kita bisa menjelajah ke ranah apapun, ke tempat manapun, bahkan ke masa apapun. Semua tentang hidup ini bisa kita temukan pada benda yang namanya buku. Orang lain bisa memenjarakan kita, atau bahkan penyakit melumpuhkan tubuh kita, namun siapa yang bisa menghentikan arus pikiran kita saat kita membaca buku? Makanya kalau disuruh memilih antara buku dan film, aku 10x lebih suka buku. Karena film hanya membawa imajinasi kita sebatas gambar yang ditampilkan. Sedang buku (bukan komik ya!) yang tanpa gambar, bisa mengajak pikiran dan imajinasi kita beba
s berkelana ke mana saja tanpa ada yang membatasi. Jelajahilah semua kemungkinan, yang bahkan kaukira tak mungkin, dan itu semua cuma butuh modal beberapa puluh ribu rupiah saja. Bagi aku buku = KEBEBASAN ! Bebas menginterpretasikan, bebas menghayati.

Membaca buku tentu membutuhkan waktu. Bagi aku yang hanya punya waktu luang di rumah dari jam 18.15 sampai 22.00 malam, tentu tak mudah untuk dapat memuaskan hasrat membaca buku. Makanya buku yang sedang kubaca selalu kubawa kemana-mana. Saat berangkat ke kantor, buku selalu ada di tas. Saat di perjalanan, lumayan bisa dapet 3-4 halaman. Saat di kantor (biasanya kalo bos ga ada dan belum ada tugas yang harus dikerjain), baca buku bisa dilanjutin. Be
gitu juga di rumah, selalu bisa aja curi-curi waktu di antara seabreg kerjaan, untuk membaca buku. Mungkin hari ini hanya 10 halaman, Sabtu/Minggu mungkin bisa 50 halaman, toh akhirnya akan selesai juga. Jadi, bagi anda yang ingin membaca buku tapi sulit meluangkan waktu, cobalah untuk membaca kapan saja ada waktu. Tak perlu target harus sekian buku per bulan, karena kalo tak tercapai malah jadi beban. Anggap saja membaca itu fun, dan lakukan itu tanpa beban!

Book award beserta PRnya ini (bercerita tent
ang buku) akan kulempar ke: Dwina, Yunna, Jeng Sri, Linda Belle dan Henny.

Ada juga dua buah award yang
kudapat (lagi) dari my younger sister in internet, Yunna.



Yang ini kuberikan buat mbak Reni, Buwel, Susy Ella, mas Sugeng, dan Inuel.
Beres dah PR dan bagiin awardnya, setelah ini kembali pada tulisan-tulisan yang belum sempat diposting yah... Jangan lupa kalo ada yang bisa membantuku tuk menemukan hidden file yaa!



Wednesday, June 3, 2009

Dasar Kutu Buku!

Itu bunyi SMS dari adik angkatku hari Sabtu minggu lalu, ketika aku bilang padanya bahwa aku sudah gak sabar untuk datang ke Surabaya Book Fair yang diadakan di Gramedia Convention Hall. Yah, apa mau dikata? Memang addictionku terhadap buku kayaknya sudah agak parah. Jangankan ketika ada diskon besar atau cuci gudang macam di book fair ini, pada saat normal saja ketika masuk ke toko buku, hampir selalu (atau malah selalu ya?) aku tergoda untuk membeli buku.

Maka setiap kali Gramedia mengadakan book fair, aku selalu menyempatkan datang. Memang di saat-saat itu kita tidak akan menemukan buku-buku baru, karena even ini kelihatannya diadakan justru untuk cuci gudang. Dan cuci gudang itu benar-benar seru, seperti yang kualami kali ini. Bayangkan, novel-novel semacam Agatha Christie, Mary Higgins Clark atau John Grisham bisa kita temukan di sana dengan harga 7.000 sampai 10.000! Novel super murah macam ini bisa ditemukan di tengah-tengah area pameran, dan biasanya tumpukan buku itu sudah berantakan bentuknya karena terlalu banyak diubek-ubek pengunjung.

Tapi, entahlah! Mengapa kegiatan mengubek-ubek barang obralan macam itu terasa seru dan exciting, apalagi kalau kita menemukan buku lama yang bagus tapi kita belum pernah baca? Apa teman-teman juga merasakan yang sama? Mungkin tidak spesifik pada buku, tapi juga pada baju? Atau kegilaan ini hanya melulu dimiliki cewek ya??

Anyway, sore itu, dengan kedua tangan kotor (karena buku cuci gudang itu pasti asalnya dari gudang yang berdebu akibat tidak tersentuh selama setahun), maka dengan senyum puas aku berhasil menemukan dan mengumpulkan 8 buah buku. Well, gak semuanya sih hasil ubek-ubek, ada 2 buku diantaranya yang aku temukan sedang berdiri rapi di rak yang berlabel ‘diskon 20%’. Keduanya aku beli juga karena memang aku butuhkan.

Jadi, inilah hasil buruanku itu (sori kalo fotonya rada gelap...):

3 novel:


Agatha Christie – Misteri Sittaford, aku rasanya sudah membaca hampir semua Agatha Christie, tapi suka lupa judulnya dan kadang-kadang malah ceritanya. Maka, karena toh hanya 10.000, aku putuskan untuk tetap beli. Kalau setelah baca sinopsisnya, aku tetap gak inget ceritanya, yah..anggap aja aku memang belum baca (dasar kutu buku!).

Mary Higgins Clark – Kidung Sukacita, aku sudah lama pengen baca buku ini, tapi belum sempat beli dan akhirnya kelupaan, sampai saat itu ketika sampulnya yang merah menyala itu menyembul dari onggokan buku di rak yang berlabel 7.000! Maka tanpa pikir panjang, langsung aku tarik dan amankan dalam genggamanku sambil mencari korban berikutnya...

Mary Higgins Clark – Kota Kenangan, yang satu ini aku temukan di sebelah rak 7.000-an, kubaca sinopsisnya kayaknya bagus, lalu labelnya bertuliskan 10.000, yah..lumayanlah buat novel setebal ini yang mungkin aslinya berharga sekitar 45.000-50.000-an.

2 buku motivasi:

Keduanya aku temukan di rak 10.000-an. Memang pengarangnya gak terkenal, tapi untuk 10.000 aja gak ada salahnya lah berusaha tambah-tambah ilmu...

3 buku untuk bahan artikel:


Buku-buku ini kubeli bukan karena addicted, tapi memang sebagai –katakanlah- modal bisnis internet marketingku, yakni untuk bahan membuat konten website-websiteku. Dulu bahkan sering aku mengirimkan artikel ke E-zine Articles, tapi belakangan mereka tambah ketat aturannya sehingga 2 kali artikelku direject dan minta direvisi. Tahu sendirilah, merevisi itu jauh lebih sulit daripada menulisnya, jadi urung aku kirim lagi. Sebaliknya aku publish di website sendiri dan aku submit ke www.propeller.com, yang ternyata beberapa kali sempat di prop orang.
2 diantaranya untuk website yang bertema fitness dan weight loss, sedang satunya buku resep untuk website-ku yang mengenai nutrition.

Well, tadinya aku pikir ke-8 buku itu sudah lebih dari cukup untuk bacaan selama dua bulan. Tapi aku ternyata keliru...

Karena mamaku tiba-tiba ingin menghadiahi buku untuk seseorang yang telah berjasa pada keluargaku, maka aku terpaksa balik lagi ke book fair pada Minggu siang untuk mendapatkan buku itu. Kalau sampai disitu saja sih sebenarnya aku aman-aman saja, tapi aku kebetulan ‘pamer’ buku-bukuku itu ke sahabat mayaku yang punya selera mirip denganku,
mbak Reni. Akhirnya beliau titip juga dibelikan novel Mary Higgins Clark. Jadilah aku kembali lagi ke arena ubek-ubek buku itu, dan menemukan 2 buku lagi yang pada kunjungan pertama belum kulihat. Yakni John Grisham – Skipping Christmas dan Sidney Sheldon – The Naked Face. Karena mbak Reni udah baca Sidney Sheldon, maka aku ambil si Sidney sementara John diambil mbak Reni.

Begitulah akhirnya antrean novelku sekarang ada 4 buah, dan waktu berjalan pulang ke parkiran, aku baru sadar juga kalau kakiku yang dua bulan lalu terpelecok jadi berasa sakit lagi. Gara-gara terlalu bersemangat hunting buku! Yah...tapi dengan begini jadi ada alasan buat duduk-duduk berselonjor di rumah sambil baca buku, bukannya ke gym untuk mencoba mulai fitness lagi....hehehe, dasar kutu buku!