Sunday, October 10, 2010

The Horse Whisperer

Aku menemukan buku ini di sebuah lapak buku bekas. Tadinya aku tak tertarik untuk membelinya karena bukunya kumal, sampulnya juga sudah tak mulus lagi (yah..namanya juga buku bekas..). Tapi setelah melihat nama pengarangnya, aku jadi berpikir dua kali. Si pengarang adalah Nicholas Evans, yang menulis buku The Smoke Jumper. Aku langsung jatuh cinta pada si penulis ini begitu membaca The Smoke Jumper itu. Keunikannya terletak pada background cerita yang banyak berlatar belakang alam sehingga menyediakan imajinasi yang lebih luas bagi seorang 'wanita kota' sepertiku.

Anyway, karena faktor pengarang itulah akhirnya aku membeli buku ini. Belakangan aku mengetahui dari internet bahwa buku ini telah di-layar-lebarkan dengan Robert Redford menjadi salah satu pemeran utamanya (jadi tak salah kan pilihanku?..).

Sang Penakluk sebenarnya kurang mencerminkan isi buku ini, tidak seperti judul aslinya dalam bahasa Inggris, The Horse Whisperer. Horse whisperer adalah sebuah karir yang digeluti oleh hanya segelintir orang di dunia karena pekerjaan itu membutuhkan jauh lebih banyak bakat daripada ketrampilan yang dapat dilatih. Horse whisperer bukan hanya membutuhkan kemampuan untuk melatih kuda, tapi justru membutuhkan bakat untuk memahami si kuda, sama seperti psikolog yang harus mampu memahami apa yang dirasakan pasiennya untuk dapat menyelesaiakn masalahnya.

Horse whisperer biasanya dicari orang-orang yang memiliki kesulitan dengan kuda peliharaannya. Kebanyakan kesulitan atau masalah bukan terletak pada kuda itu sendiri, tapi justru karena si pemilik tidak memahami kudanya sendiri. Dengan membaca buku ini kita diajak untuk semakin menyadarai bahwa hewan juga makhluk yang memiliki perasaan. Dan bagaimana ia akan bersikap pada manusia, tergantung pada bagaimana manusia memperlakukannya. Sama persis seperti cara manusia menjalin hubungan dengan sesamanya, kan?

Tom adalah 'the best horse whisperer' yang bisa didapatkan Annie setelah putrinya, Grace mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya kehilangan salah satu kakinya, dan kudanya Pilgrim berubah menjadi kuda yang amat liar dan setengah gila. Sebelum kecelakaan itu Pilgrim adalah kuda yang fit dan hebat. Namun di suatu hari yang dingin di awal musim salju, Grace berkuda bersama dengan sahabat karibnya. Tentu saja Grace menunggangi Pilgrim-nya, yang sudah menjadi bagian dari dirinya, cinta pertamanya saat membeli Pilgrim. Hubungan batin kuda dan pemiliknya memang amat penting.

Anyway, Grace dan sahabatnya begitu gembira bisa berkuda menyusui padang rumput di pagi yang dingin itu, dalam suasana yang tenang, tanpa kehadiran manusia lain dan terutama tanpa kendaraan bising dan polusi di kota besar. Dan seperti halnya pada semua kecelakaan, suasana menyenangkan itu berubah seketika hanya dalam beberapa detik, yaitu saat sebuah truk kontainer melaju dengan cepat di jalanan. Kecelakaan itu takkan pernah terjadi kalau saja sahabat Grace tidak membawa mereka menyusuri jalan sempit yang licin yang langsung memotong jalanan yang akan dilewati turk itu. Kedua kuda tergelincir di salju yang licin itu, merosot tak terkendali, dan akhirnya menghantam truk yang juga tak mampu melakukan pengereman mendadak. Semuanya berlangsung begitu cepat, dan secepat itulah semuanya berubah. Si sahabat langsung meninggal di tempat, kudanya terjepit truk dan meninggal juga. Pilgrim terluka parah tubuhnya, namun tak separah luka pada hatinya akibat shock.

Grace sendiri harus merelakan kakinya diamputasi, dan hal itu membuatnya uring-uringan. Annie mengambil insisiatif menemui Tom, the horse whisperer untuk menyembuhkan Pilgrim. Namun keadaannya yang parah membuat Tom mundur teratur. Annie, merasa entah bagaimana kesembuhan Pilgrim akan berpengaruh pada kesembuhan jiwa Grace, akhirnya ngotot mengajak Grace dan Pilgrim menemui Tom di ranch-nya.

Dan pertemuan itu memang akhirnya mengubah hidup semua orang yang terlibat dengan caranya sendiri-sendiri. Tak ada yang sama dengan sewaktu Annie, Grace dan Pilgrim menemui Tom. Dan semua yang terjadi digambarkan dengan sangat detail dan indah oleh Evans. Kita akan merasa seperti diajak memasuki dunia lain. Dunia yang membuat kita begitu dekat dengan alam sekitar, dunia di mana kuda dan hewan ternak lainnya diperlakukan bak sahabat. Membaca buku ini membuatku merasa bahagia, membuatku merasakan ada kasih yang tulus antara manusia dan hewan yang di era modern ini jarang kita temui. Mungkin itulah daya tarik utama buku ini buatku. Akhirnya, aku menutup buku ini dengan perasaan puas. Tak sia-sia aku membeli buku kusam ini, karena isinya justru secemerlang buku baru manapun!

5 comments:

  1. Sungguh, membaca review ini saya jadi tertarik mmebaca bukunya Fan. Horse whisperer, profesi yang unik.

    ReplyDelete
  2. Sebuah buku yang menarik......
    jadi kepingin baca secara lengkap.

    ReplyDelete
  3. hai fanda :)
    kita sama2 suka baca nih..
    boleh tanya, kalau beli buku bekas dimana ya? thanks.

    indi

    ReplyDelete
  4. kalo pecinta kuda pasti suka baca buku ini

    ReplyDelete