Thursday, April 16, 2009

Old Surehand 1: Oase Di Llano Estacado

Judul : Old Surehand 1: Oase Di Llano Estacado
Pengarang : Karl May
Penerbit : Pustaka Primatama, 2008
Halaman : 513, +21
Harga : Rp 60.000,-

Bagi pecinta kisah petualangan, pasti sudah tak asing lagi dengan kisah-kisah karangan Karl May, dengan tokoh-tokoh Winnetou dan sahabat kentalnya Old Shatterhand. Kali ini Old Shatterhand dan Winnetou kembali bertualang di kawasan wild west di Amerika Utara sampai ke padang gurun di dekat perbatasan New Mexico – Texas. Lebih dari biasanya, di seri ini Karl May lebih banyak mengumbar kata-kata bijaksana lewat sosok Old Shatterhand dan Winnetou. Dan kali ini ada seorang tokoh penting yang ikut meramaikan petualangan dan menjadi sahabat Old Shatterhand serta Winnetou. Dialah Old Surehand! Inilah pengalaman mereka...

-------

Cerita bergulir dari sepucuk surat yang diterima Old Shatterhand dari sahabatnya, Winnetou, sang Kepala Suku Apache yang termashyur. Loh, bagaimana cara berkirim surat di padang belantara begitu luas dan tidak ada tukang pos? Old Shatterhand dan Winnetou memang memiliki cara yang unik untuk membuat janji pertemuan berikutnya saat mereka berpisah jalan. Seperti pada pertemuan terakhir mereka, Winnetou berkata: “Apakah saudaraku tahu sungai Clearbrook? Masih ingatkah kamu dengan pohon ek-nya? Dulu kita berkemah sepanjang malam di bawahnya? Ketika matahari telah tepat berada di atas kepala dan bayangan pohon ek itu lima kali lebih panjang dari tinggi badan saudaraku, maka Winnetou akan datang. Howgh!" Cara janjian yang aneh dan rumit kan? Dan hebatnya, mereka berdua selalu datang tepat pada waktunya, sehingga tak perlu khawatir bakal tidak ketemu (coba kalo orang Indonesia punya kebiasaan yang sama ya, dan bukannya kebiasaan ngaret!).

Nah, ketika Old Shatterhand menepati janjinya di bawah pohon ek, ia menunggu Winnetou selama beberapa jam, dan mulai heran ketika Winnetou tak kunjung datang, karena Winnetou tak pernah cedera janji. Maka ia memeriksa pohon ek itu siapa tahu Winnetou menitipkan suatu pesan padanya. Benar saja! Di sebuah lubang di pohon ek itu terselip sebatang ranting cemara. Karena pohon ek tidak mungkin ber-ranting cemara, maka Old Shatterhand yakin itu pasti pesan dari Winnetou untuknya. Dan ternyata pesan itu sangat penting, karena kawan mereka yang bernama Bloody Fox terancam bahaya karena orang-orang suku Comanche hendak menyerangnya. Maka Winnetou pergi duluan untuk memperingatkan Bloody Fox dan berharap Old Shatterhand menyusulnya.

Maka berangkatlah Old Shatterhand menyusul Winnetou menuju sebuah oase rahasia di Llano Estacado tempat tinggal Bloody Fox. Namun, bisa diduga bahwa perjalanan itu sendiri sudah penuh ancaman bahaya, petualangan menarik dan pertemuan dengan tokoh-tokoh yang tak kalah menariknya. Yang pertama ia jumpai adalah serombongan pasukan militer yang hendak menumpas kaum Comanche ketika ia hendak melewati Mistake-Cannon. Itu adalah sebuah jurang yang dinamai demikian karena pernah ada seorang westman yang keliru menembak orang kulit merah sahabatnya sendiri di tempat itu.

Old Shatterhand menyamar sebagai seorang pencari kuburan kuno yang naif. Di perkemahan pasukan militer itu ia berkenalan dengan sepasang westman bernama Sam Parker dan Josua Hawley yang pada awalnya mengira ia seorang greenhorn yang bodoh. Lalu datanglah juga bergabung seorang westman tua bertubuh kurus kering bernama Old Wabble yang terkenal dengan julukan King of Cowboys, yang punya ciri khas menekankan perkataannya dengan mengatakan thi’is clear! pada akhir kalimatnya. Ia bercerita bahwa ia melarikan diri dari kepungan para Comanche, namun temannya, si penembak terjitu di seluruh wild west, Old Surehand tertangkap dan ditahan di perkampungan Comanche.

Old Wabble-lah yang akhirnya mengenali Old Shatterhand, dan mereka berdua bekerja sama menyelamatkan Old Surehand. Tapi jangan dikira mereka berdua bisa kompak, karena rupanya Old Wabble punya watak keras kepala dan semau gue. Ia juga sangat benci pada ras kulit merah yang jahat dan tak segan-segan membunuh mereka bila mereka bertemu. 180% berkebalikan dengan Old Shatterhand dan Winnetou yang sangat cinta damai. Tak peduli kulit merah atau kulit putih, mereka selalu menghindari sedapat mungkin terjadinya pertumpahan darah. Prajurit rendahan yang biasanya diplot sebagai pengintai oleh Vupa Umugi Kepala Suku Comanche, juga dibebaskan begitu saja oleh Old Shatterhand, yang merupakan awal ketidakcocokannya dengan Old Wabble. Selain itu Old Wabble hampir selalu tidak mau menurut pada perintah Old Shatterhand sehingga beberapa kali malah membahayakan misi mereka.

Saat menyelamatkan Old Surehand, selain berhasil mengelabui Vupa Umugi dan semua prajuritnya, Old Shatterhand juga sempat mengambil jimat-jimat Vupa Umugi yang akan ia pakai untuk menyudutkan si pemiliknya kelak pada saat perang. Ia bahkan sempat mencuri dengar informasi yang berharga: bahwa akan ada seratus pasukan Comanche tambahan yang dipimpin oleh Nale Masiuv yang berjarak 3 hari dengan kelompok Vupa Umugi dan akan bergabung dengan mereka. Maka berangkatlah ketiga westman itu menuju Lhano Estacado untuk misi menyelamatkan Bloody Fox.

Tapi siapakah Bloody Fox ini? Pada saat kanak-kanak, orang tuanya dibunuh oleh sekelompok stakemen ketika melintas di Lhano Estacado. Orang awam sering tersesat saat mengarungi padang gurun, maka dipasanglah tonggak-tonggak penanda jalan yang menuju ke daerah lainnya. Namun, ada orang-orang jahat yang sengaja memindah tonggak-tonggak itu untuk mengelabui lalu merampok para kafilah yang lewat disitu, mereka inilah yang disebut stakemen. Si anak kecil yang selamat itu dinamai Bloody Fox karena saat ditemukan kepalanya berdarah. Ia satu-satunya yang selamat, lalu dipelihara oleh petani yang tinggal di situ.

Bloody Fox tumbuh sebagai penunggang kuda yang berani dan penembak ulung. Karena dendamnya ia banyak mengejar dan membunuh para stakemen pada malam hari, sehingga menjadi legenda. Ia menemukan sebuah oase di tengah gurun itu yang tak diketahui seorangpun, dan mendirikan rumah rahasianya disitu. Namun, sayangnya rahasia itu jatuh ke tangan para Comanche yang kini akan membunuh Bloody Fox untuk membalas dendam beberapa prajuritnya yang dibunuh Bloody Fox dalam suatu penyerangan.

Di tengah perjalanan ke Lhano Estacado, Winnetou mengutus anak buahnya untuk menunggu dan menyampaikan instruksi kepada Old Shatterhand: ia harus memimpin pasukan Apache untuk bergabung dengan pemimpinnya di Lhano Estacado. Si anak buah itu juga menceritakan bahwa seorang wanita negro beserta putranya yang selama ini bekerja sebagai pelayan Bloody Fox di oase telah ditangkap dan oleh Comanche. Disinilah nampak kebijaksanaan Old Shatterhand. Kalau kebanyakan orang Indian menganggap orang kulit hitam lebih rendah dari kulit putih, dan Old Wabble menyamakan kulit hitam dengan anjing, maka Old Shatterhand menganggap semua orang, apapun warna kulitnya adalah setara. Maka Old Shatterhand pun memutuskan untuk menolong Bob, si orang negro beserta ibunya.

Dalam sebuah kesempatan, Old Shatterhand menyindir Old Wabble, begini: Kami (dia dan Winnetou) adalah teman bagi semua orang kulitmerah dan kulitputih. Jika ada seorang musuh di hadapan kami, baik ia seorang kulitmerah ataupun kulitputih, maka sedapat mungkin kami akan mengalahkannya tanpa menumpahkan darahnya sedikit pun. Old Wabble menyebut dirinya sebagai orang Kristen, ia pasti menyebut Winnetou seorang kafir, tapi bagaimana mungkin orang Kristen ini begitu suka menumpahkan darah, sementara si orang kafir ini berusaha untuk menghindarinya?

Saat menyelamatkan Bob, si negro, kecerdikan Old Shatterhand untuk menaklukkan kuda diuji, apalagi kuda itu adalah kuda milik kulitmerah. Caranya? Old Shatterhand ‘menyamar’ menjadi Indian. Pertama-tama ia berguling-guling di semak mugwart yang berbau tajam, sehingga si kuda tak akan mengenalinya sebagai kulitputih. Lalu ia membungkus diri dengan selimut supaya menyerupai Indian, dan terakhir menutup mata si kuda dengan selimut lain. Alhasil, si kuda pun tunduk kepadanya, dan Old Shatterhand menungganginya, sementara kuda hitam miliknya ditunggangi Bob yang telah diselamatkan. Lalu mereka semua melanjutkan perjalanan...

Di tengah jalan mereka berjumpa dengan duapuluh-an Comanche yang dipimpin Kepala Suku muda Schiba-bigk yang dahulu pernah diselamatkan Old Shatterhand dan Winnetou dari ganasnya gurun Llano Estacado. Jadi, karena dia mengetahui jalan kesana, ialah yang harus memandu pasukan Vupa Umugi ke Llano. Namun, lagi-lagi berkat kecerdikan Old Shatterhand untuk mengintai, ia berhasil mengetahui rencana kaum Comanche yang sesungguhnya. Mereka ingin menjebak pasukan militer yang pernah disinggahi Old Shatterhand dan Old Wabble. Begini rencananya: karena pasukan militer mengejar pasukan Vupa Umugi, maka pasukan pimpinan Schiba-bigk diperintahkan untuk berangkat dari Seratus Pohon ke Lhano Estacado. Disana mereka harus memasang tonggak-tonggak agar pasukan Vupa Umugi bisa menemukan jalan. Maka setelah pasukan Vupa Umugi lalu pasukan militer sudah berada di tengah padang gurun, datanglah pasukan Nale Masiuv di belakang pasukan militer, sehingga pasukan militer akan terkepung di tengah-tengah. Pasukan Comanche akan dapat memperoleh air karena Schiba-bigk ditugasi untuk menguasai oase milik Bloody Fox, sedang pasukan militer kulitputih akan mati kehausan karena tak punya air. Kejam banget ya orang Comanche ini?

Kini Old Shatterhand yang memimpin 300 pasukan Apache pun berangkat ke Lhano Estacado. Disana ia berjumpa kembali dengan saudara dan sahabatnya Winnetou. Yang menarik adalah rumah di oase tempat tinggal Bloody Fox itu, yang digambarkan sebagai surga di tengah gurun yang panas. Ada danau alami yang airnya sangat jernih, di tepinya tumbuh rerumputan segar di mana kuda-kuda rombongan itu dapat makan sepuasnya, juga pohon-pohon palem, ara dan aras. Di belakang pondok mungil Bloody Fox ada sebidang ladang jagung. Pondok itu sendiri dinding dan atapnya diselubungi tanaman sulur, dedaunan dan bunga passion berwarna putih dan merah. Burung kolibri kecil beterbangan dari satu bunga ke bunga yang lain, menambah mirip suasanya seperti di daerah tropis. Membayangkannya saja, aku sudah merasa sejuk dan nyaman!

Di tengah persiapan yang tegang itu, Old Shatterhand sempat memperhatikan Old Surehand yang murung. Ternyata karena suatu peristiwa pahit di masa lampau, Old Surehand menjadi kehilangan imannya kepada Tuhan. Di situ Old Shatterhand mengungkapkan bahwa bukan dia saja yang mengalami penderitaan, semua orang juga begitu, contohnya Old Shatterhand sendiri. Dulu ia lahir sebagai anak yang lemah dan sakit-sakitan dan pada usia enam tahun belum bisa berjalan sendiri. Ia juga pernah mengalami 3 kali kebutaan dan harus 3 kali dioperasi. Apakah seorang manusia layak menerima itu? Tapi alih-alih menggerutu, Old Shatterhand menerima saja semuanya, pasrah, dan tetap menjalankan tugasnya dengan baik serta tetap berterima kasih kepada Tuhan atas hidup yang Ia berikan. Dan lihatlah dirinya sekarang! Tuhan telah berbuat baik kepadanya dan menjadikannya seorang yang amat kuat dengan mata yang tajam. Ini pelajaran yang bagus sekali untuk kita, yang sering berkata bahwa Tuhan itu tidak adil ketika mengalami kesulitan, tapi yang sering lupa berterima kasih kepadaNya saat kebahagiaan menyapa!

Jadi, kembali ke kisah kita, sekarang semua tokoh sudah berkumpul: Winnetou, Old Shatterhand, Old Surehand, Old Wabble, dan Bloody Fox. Mereka memiliki jumlah pasukan yang sama dengan Comanche, dan mereka mengetahui rencana Comanche, sementara Comanche tidak mengetahui apa pun tentang adanya rombongan mereka, apalagi bahwa rencana mereka sudah terbongkar, dan bahwa sudah ada jebakan cerdik yang sedang dipasang menunggu mereka! Bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya Schiba-bigk, rombongan pertama yang datang, ketika berhadapan dengan Old Shatterhand dkk. Maka rencana pertama pun dilaksanakan. Old Shatterhand dkk menangkap Schiba-bigk dan pasukannya, lalu memasang tonggak untuk menggiring pasukan Vupa Umugi ke sebuah ladang kaktus liar yang sangat luas dan memerangkap mereka disana. Apakah Vupa Umugi akan begitu bodohnya membiarkan diri tertangkap? Ya, karena ia kan tidak tahu menahu tentang keberadaan para jagoan kita, lagian ia akan mengira tonggak-tonggak itu dipasang oleh Schiba-bigk. Lihat, betapa cerdiknya siasat jagoan-jagoan kita!

Lalu apa yang akan terjadi? Yang pasti sangat seru, asyik dan menegangkan. Jauh akan lebih mengasyikkan kalau dibaca langsung dari bukunya daripada aku beberkan di review ini, ya kan? Jadi tunggu apalagi? Segera beli bukunya dong! O ya, kalian ga akan menemukan buku ini di Gramed atau Toga Mas, karena buku ini dicetak khusus menurut pesanan oleh penerbitnya. Kalian bisa pesan di: www.tokowinnetou.com. Setelah kita melakukan pembayaran, baru buku akan dicetak dan langsung dikirim. Aku jamin, ga akan kecewa deh...


10 comments:

  1. yiiihaa!..*teriakan ala inidan*
    ..besok coba ke tkp ah, kebetulan besok rencana pergi ke tokbuk togamas..
    seneng bngt kalo ada cerita settingnya wild wild west dan indian gitu...

    thnx Nda..

    ReplyDelete
  2. lhamdulillah, betapa senangnya saya masuk ke ruangan daun-daun berguguran ini, kali ini dengan cerita tentang Old Shatterhand dan Winnetou bacaan kegemaran saya waktu kecil dulu. Saya jadi tambah merasa seksi, hihi. Betapa bacaan ini telah membantu membentuk diri saya. Walau saya agak bandel (hehe, kata ibu saya), saya jujur, fair, bersahaja dan alami (konon lho....,kata teman2 sy). Kesederhanaan, keteguhan pendirian, sikap ksatria, jujur, gentle, serta fair dlm menyikapi sesuatu, itulah filosopi yang diajarkan Dr.Karl May. Ada tokoh baru Old Surehand rupanya, saya belum baca yang ini. Saya mau pesan ah buku ini mbak fanda.

    ReplyDelete
  3. Wah, kayaknya aku hrs minta komisi ke tokowinnetou.com nih...

    ReplyDelete
  4. ada yang baru, dibaca dulu, dikomen dulu aja sebelum dibaca, setelah dibaca komen kembali

    ReplyDelete
  5. @ eri-communicator: Silakan..silakan..mau komen 3x sehari kayak minum obat jg boleh kok...

    ReplyDelete
  6. always love Karl May...but still my fave one is Winnetou. Tapi yg 1-3, winnetou 4-nya agak ngebosenin :D.

    ReplyDelete
  7. good mbak Fanda langsung menuju ke TKP hehehe.... kayaknya layak dibaca neh :)

    BLOG MOTIVASI SUKSEShttp://motivasi-arif.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. yihaaa.... salam kenal
    masa kecil saya penuh dengan petualangan dr membaca karya2 Dr Karl May,baik yg di Amerika sampai yg Di Kurdistan..
    TFS

    ReplyDelete
  9. Aaahh..kemarin sempet mampir ke Gramed.... tapi blom sempet bacanya... (buru2 mau nutup.. orang udah jam 9 malem..hehehe). Baca referensi disini asik...tks Mbak Fanda..

    ReplyDelete
  10. baca disini aja dulu ahhh belom sempet ke toko buku..
    lagian menghemat kantong hehehe

    ReplyDelete