Wednesday, December 12, 2012

Apocalypse Moon: The Joshua Files #5


Juni 2012. Enam bulan sebelum supergelombang galaksi diprediksi akan tiba di bumi kita tercinta ini, Josh Garcia lagi-lagi merasa galau. Sebentar lagi Josh akan genap berusia 16 tahun, saat itu ia akan sepenuhnya diterima dalam Dewan Eksekutif Ek Naab karena statusnya sebagai Bakab Ix. Dari awal keterlibatannya hingga saat itu (mulai Joshua Files #1, #2, #3 hingga #4) Josh telah melalui berbagai petualangan berbahaya demi menyumbangkan hal-hal penting bagi Rencana 2012—yaitu rencana untuk melindungi bumi dari kehancuran akibat supergelombang galaksi. Namun, Josh merasa bahwa justru di tahap akhir Rencana 2012 ini ia dikucilkan. Josh sang pahlawan muda merasa tak diberi kesempatan untuk terlibat.

Maka seperti layaknya anak muda lainnya yang bertemperamen impulsif dan gegabah, Josh pun memutuskan untuk terlibat dengan caranya sendiri—lagi-lagi tanpa ijin dan sepengetahuan Montoyo. Josh yang telah belajar menyopiri Muwan meski belum lulus ujian, tiba-tiba merasa dirinya layak menerbangkan pesawat canggih ala Ek Naab itu dan bertualang bersama Benicio untuk melacak markas Sekte Huracan. Seperti biasa, aksi tanpa rencana biasanya berakhir sebagai bencana, dan seperti itulah aksi dua sepupu (sok) jagoan ini. Bertobatkah Josh setelah itu? Tentu saja tidak! Kalau anda sudah mengenal Josh sejak Joshua Files #1, anda akan tahu bahwa sekali sebuah ide hinggap di kepalanya, Josh akan terus berusaha mewujudkannya. Maka lagi dan lagi Josh, Ixchel, Benicio dan bahkan Tyler akan mengalami hal-hal menegangkan dan penuh bahaya dalam usaha menyelamatkan dunia dari supergelombang galaksi 2012!

Bukan hanya sarat aksi dan menantang logika dengan hal-hal teknis seputar perjalanan waktu dan misteri solusi suku Erinsi untuk menyelamatkan dunia, seri terakhir ini akan menguak semua rahasia yang selama ini menghantui Josh (juga kita..). Salah satu di antaranya…siapa sebenarnya Arcadio—sang penjelajah waktu? Akankah ketakutan Ixchel selama ini bahwa Josh adalah Arcadio akan menjadi kenyataan di akhir cerita? Atau bagi anda penyuka romance, kalau Josh adalah Arcadio, akankah ia dapat bersatu selamanya dengan Ixchel?

Namun di balik sisi aksi dan fantasi yang membuatmu sering menahan napas selama membaca buku ini, kita juga dibawa pada gambaran mengerikan dunia yang carut marut apabila supergelombang galaksi itu benar-benar tiba seperti yang diramalkan. Manusia telah terlalu bergantung pada komputer, sehingga tanpa sadar sebenarnya kita sudah tak layak lagi mendapat ‘wewenang’ dari Sang Pencipta untuk memelihara bumi dan menguasai isinya. Buktinya, alih-alih menguasai bumi, kita justru dikuasai oleh komputer! Realitas mengerikan yang dilihat Josh itu seolah mau menampar kita.

Musuh yang dihadapi Josh dan Ek Naab adalah Sekte Huracan, orang-orang serakah dan ambisius yang ingin menciptakan dunia baru yang berisi manusia-manusia pilihan. Ketika akhirnya manusia-manusia pilihan (atau yang disebut ‘berdarah-biru’) berubah menjadi jahat, inilah analsis Tyler yang menarik untuk direnungkan:

Yang mengubah sebagian darah-biru jadi orang brengsek, Josh, adalah kesadaran bahwa mereka memiliki kekuatan itu. Diberitahu dan percaya  bahwa kau lebih baik daripada orang lain.”

Bukankah manusia jatuh ke dalam dosa karena alasan serupa? Ketika mereka sadar bahwa mereka mampu menjadi penguasa dunia, mereka pun menjadi serakah.

Kurasa kali ini aku takkan banyak berbicara tentang inti kisah Apocalypse Moon ini, kisahnya akan jauh lebih mendebarkan bila anda membacanya sendiri. Intinya tetap sama, Josh dkk akan terus berjuang melawan waktu sekaligus musuh ambisius mereka, demi menyelamatkan dunia. Sebaliknya, aku akan berbagi beberapa kutipan yang memberiku bahan permenungan tentang kehidupan. Rupanya, dari seorang remaja seperti Josh pun kita bisa belajar tentang kehidupan. Ya, kerap kali, saat kita dalam kesulitan lah kita akan menjadi lebih bijak, bukankah begitu?

Kau tidak sendirian, Josh. Tidak akan pernah.”

Kata-kata peneguhan yang diucapkan seseorang kepada Josh, memberikan kekuatan saat kita dalam kesulitan. Peneguhan ini bukan hanya dari orang-orang yang mencintai kita, namun Sang Pencipta kita juga pasti mendampingi kita.

~~~

Betapa besar penerimaannya akan kenyataan ini. Jauh di dalam hati, dia tahu di mana tempatnya yang seharusnya. Meskipun hidupnya begitu berat, dia ingin kembali. Pada akhirnya yang penting adalah tanggung jawab, orang-orang yang bergantung padanya.”

Komentar Josh tentang salah satu yang terlibat dalam Rencana 2012; mengingatkan kita bahwa saat hidup terasa begitu sulit dan kita nyaris putus asa, ingatlah akan orang-orang yang kita cintai dan bergantung pada kita. Saat kita punya kesempatan untuk menyelamatkan diri sendiri, manakah yang kita pilih, meraihnya sendirian, atau kembali pada orang-orang yang kita cintai untuk kembali berjuang bersama mereka meski konsekuensinya kita akan menderita?

~~~

Dulu kita sama. Kemudian hidup kita mengambil jalan yang berbeda.”

Kata-kata yang diucapkan Josh pada dirinya sendiri pada garis waktu yang berbeda. Meski kita tak mungkin menjelajah waktu, namun apapun yang kita putuskan dan lakukan saat ini akan menentukan jalan hidup kita selanjutnya.

~~~

Aku hanya ingin berada di sini. Sekarang.”

Dan akhirnya, bagi anda yang masih suka menghabiskan banyak waktu berandai-andai tentang masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, ingatlah bahwa masa sekarang lah yang harusnya paling penting dan paling anda hargai. Percayalah, bahkan seorang penjelajah waktu yang pernah pergi ke masa lalu maupun masa depan, mengatakan bahwa yang ia inginkan hanyalah saat ini, di sini.

~~~

Akhirnya, tak terasa lima seri sudah aku mengenal Joshua Garcia. Dan meskipun Josh jauh dari sempurna sebagai seorang pahlawan dan banyak melakukan kesalahan, aku terlanjur menyukai cowok Brazil yang suka capoeira ini karena hatinya yang mulia. Di dalam jiwa remajanya yang labil, Josh berani mengorbankan diri bukan hanya bagi orang-orang yang dicintainya saja, tapi bagi sesamanya manusia. Inilah kualitas seorang pahlawan yang sebenarnya, pahlawan kemanusiaan.

Empat bintang untuk Joshua Files kelima ini, dan dengan sedih aku harus berpisah dengan Josh. Salut pada M.G. Harris yang telah membawa kita pada banyak pengetahuan dan kesadaran baru tentang dunia, dan yang telah menuliskan tahap-tahap perkembangan Joshua—dari remaja biasa menjadi pemuda berhati mulia, serta yang telah menutup seri ini dengan kisah yang begitu emosional (aku sempat menangis di endingnya!). Oh, dan terima kasih banyak pada M.G. Harris yang telah mempersembahkan kejutan manis di ending kisah ini bagi para pembaca Indonesia (sungguh membuatku surprise sekaligus bangga ketika tiba di bagian itu, thanks M.G!) Moga-moga supergelombang galaksi yang ditakutkan itu tak sampai menghantam bumi kita tercinta dalam beberapa hari lagi; namun apapun yang akan terjadi atau tidak terjadi, syukurilah hidup yang anda miliki hari ini!

Judul: Joshua Files # 5: Apocalypse Moon
Penulis: M.G. Harris
Penerjemah: Nina Andiana
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: November 2012
Tebal: 389 hlm

2 comments:

  1. Pantesan aku cari di blog Baca Buku Fanda ga ada, ternyata di posting disini.

    Iya mba, aku syedih sekali petualangan Josh sudah berakhir di buku ke-5 ini. Nice review, ulasannya lengkap. Dan mengenai surprise utk pembaca Indonesia ituh, hehe, ga kebayang lho ternyata bisa2nya kepikiran ambil setting disitu :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Priiiiit!! Semi spoiler nih! wkwkwk....
      Iya, andai Josh dibuat sampe beberapa tahun lagi ya (pembaca yg tak pernah puas).

      Delete